6 Prinsip Pengelolaan Kelas yang Harus Dicoba Oleh para Guru

Pengelolaan KelasSeorang guru yang hendak memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas, maka prinsip-prinsip pengelolaan kelas bisa digunakan. Penting bagi para guru untuk mengetahui dan menguasai prinsip-prinsip tersebut. Para guru pun harus mencoba prinsip-prinsip tersebut agar suasana kelas menjadi lebih hidup. Apa saja prinsip-prinsip tersebut? Berikut uraiannya:

1. Hangat dan Antusias

Prinsip yang pertama ini diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan akrab dengan siswanya akan selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktivitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.

2. Tantangan

Dalam menggunakan kata-kata, tindakan, cara kerja atau bahan-bahan yang menantang, akan meningkatkan gairah anak didik atau para siswa untuk belajar. Sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. Kemudian juga bisa menarik perhatian para siswa dan bisa mengendalikan gairah belajar mereka.

3. Bervariasi

Penggunaan alat atau media, atau alat bantu, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan siswa akan mengurangi munculnya gangguan. Bukan hanya itu, hal tersebut juga bisa meningkatkan perhatian peserta didik. Apalagi jika penggunaannya bervariasi sesuai dengan kebutuhan sesaat. Adapun kevariasian dalam penggunaan apa yang disebutkan di atas, merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.

4. Keluwesan

Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya bisa mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa, serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Keluwesan pengajaran juga bisa mencegah munculnya gangguan seperti keributan para siswa, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas, bolos dari pelajaran, dan sebagainya.

5. Penekanan pada Hal-Hal yang Positif

Sebenarnya dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang negatif. Penekanan pada hal yang positif, yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswanya yang positif, daripada mengomeli tingkah laku yang negatif. Penekanan tersebut bisa dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif, dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang bisa mengganggu jalannya proses belajar.

6. Penanaman Disiplin Diri

Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah para siswa bisa mengembangkan disiplin diri sendiri, Karena itu, guru sebaiknya mendorong siswanya untuk melaksanakan disiplin diri sendiri. Guru juga harus menjadi teladan mengenai pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal jika siswanya ingin ikut berdisiplin dalam segala hal pula.

Itulah 6 pengelolaan kelas yang harus dicoba oleh para guru agar bisa lebih menghidupkan suasana kelas. Jika kelas hidup, maka proses pembelajaran pun akan sangat menarik dan bisa membuat para siswa semakin semangat dalam belajarnya.

Referensi: Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2013. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

 

Kunjungi juga:

4 Manfaat Sinar Matahari Pagi bagi Kesehatan Tubuh

Keadaan Pendidikan Islam di Zaman Reformasi (Bagian 1)

Satu tanggapan untuk “6 Prinsip Pengelolaan Kelas yang Harus Dicoba Oleh para Guru

  • Desember 10, 2018 pada 08:05
    Permalink

    No. 6 gue banget tuh wkwkwk

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!