MENGETAHUI APA ITU “GIRO” DALAM ILMU EKONOMI

GiroSimpanan pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat disebut dengan giro. Sebagaimana ditemukan dalam Pasal 1 angka 23 UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Yaitu, simpanan berdasarkan akad Wadiah atau akad lain yang tidak bertentangan engan prinsip syariah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek. Serta bisa juga menggunakan bilyet, sarana pembayaran lainnya, atau dengan perintah pemindah bukuan.

Definisi Giro

Secara singkat giro bisa diartikan sebagai bentuk simpanan yang penarikannya yang dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindah bukuan yang didasarkan pada prinsip tititan. Oleh karena itu, nasabah tidak memperoleh keuntungan berupa bunga, melainkan bonus yang nilainya tidak boleh diperjanjikan diawal akad.

Giro yang dikenal dalam perbankan konvensional, juga bisa diaplikasikan dalam perbankan syariah dengan cara menghilangkan unsur bunga yang ada di dalamnya. Kemudian pasti akan timbul pertanyaan, prinsip apa yang cocok dalam Islam yang bisa dipakai dalam produk giro. Serta keuntungan apa yang akan diperoleh oleh nasabah apabila memilih produk giro selain mendapatkan kemudahan dalam lalu lintas pembayaran.

Jawaban dari pertanyaan di atas dengan mendasarkan pada definisi tersebut dalam UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah ada dua macam. Berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah) atau berdasarkan prinsip titipan (wadiah). Dengan demikian, dalam perbankan syariah dikenal adanya produk berupa giro wadiah dan mudharabah. Walaupun demikian, dalam praktiknya prinsip wadiah yang paling banyak digunakan, mengingat motivasi utama nasabah memilih produk ini adalah untuk kemudahan dalam lalu lintas pembayaran. Bukan untuk mendapatkan keuntungan semata. Di samping itu, jika prinsip mudharabah yang digunakan, maka penarikan sewaktu-waktu akan sulit dilaksanakan. Mengingat sifat dari akad ini memerlukan jangka waktu untuk mentukan untung atau rugi. Sehingga, hanya produk wadiah yang dikenal dalam sistem perbankan syariah.

Referensi: Umam, Khotibul. 2016. Perbankan Syariah. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

 

Kunjungi juga:

Tahapan-Tahapan dalam Melakukan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Beberapa Materi TPQ yang Harus Diketahui

Satu tanggapan untuk “MENGETAHUI APA ITU “GIRO” DALAM ILMU EKONOMI

  • Februari 4, 2019 pada 13:07
    Permalink

    Terima kasih ilmunya gan….
    Jadi tau ilmu tentang giro nh….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!