12 KARAKTERISTIK TRANSAKSI SYARIAH YANG HARUS DIKETAHUI

Transaksi SyariahTransaksi syariah terikat dengan nilai-nilai etis meliputi aktivitas sektor keuangan dan sektor riil yang dilakukan secara koheren tanpa dikotomi. Sehingga keberadaan dan nilai uang merupakan cerminan aktivitas investasi dan perdagangan. Implementasi transaksi yang sesuai dengan paradigma dan azas transaksi syariah harus memenuhi karakteristik dan persyaratan tertentu.

Karakteristik Transaksi Syariah

  1. Transaksi hanya dilakukan berdasarkan prinsip saling paham dan saling ridho.
  2. Prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang objeknya halal dan baik.
  3. Tidak mengandung unsur riba.
  4. Uang hanya berfungsi sebagai alat tukar dan satuan pengukur nilai, bukan sebagai komoditas.
  5. Tidak mengandung unsur kezaliman.
  6. Tidak mengandung unsur maysir.
  7. Tidak mengandung unsur gharar.
  8. Tidak mengandung unsur haram.
  9. Tidak ada distorsi harga melalui rekayasa permintaan, maupun melalui rekayasa penawaran.
  10. Tidak mengandung unsur kolusi dengan suap menyuap.
  11. Tidak menganut prinsip nilai waktu dari uang (time value of money) karena keuntungan yang didapat dalam kegiatan usaha terkait dengan risiko yang melekat pada kegiatan usaha tersebut sesuai dengan prinsip “al-ghunmu bil ghurmi” (no gain without accompanying risk).
  12. Transaksi dilakukan berdasarkan suatu perjanjian yang jelas dan benar serta untuk keuntungan semua pihak tanpa merugikan pihak lain. Sehingga tidak diperkenankan menggunakan standar ganda harga untuk satu akad serta tidak menggunakan dua transaksi bersamaan yang berkaitan dalam satu akad.

Transaksi syariah bisa berupa aktivitas bisnis yang bersifat komersial maupun aktivitas sosial yang bersifat non komersial. Transaksi syariah yang komersial dilakukan antara lain berupa: investasi untuk mendapatkan bagi hasil; jual beli barang yang mendapatkan laba; dan pemberian layanan jasa untuk mendapatkan imbalan. Transaksi syariah yang non komersial dilakukan antara lain berupa: Pemberian dana pinjaman atau talangan; penghimpunan dan penyaluran dana sosial seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, dan hibah.

Itulah ke 12 karakteristik transaksi syariah yang telah dipaparkan di atas. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi orang-orang yang sedang mendalami ilmu ekonomi.

Referensi: Suwiknyo, Dwi. 2016. Analisis Laporan Keuangan Perbankan Syariah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

 

Kunjungi juga:

CONTOH PELAKSANAAN UJIAN SKRIPSI (SIDANG MUNAQOSAH)

4 BENEFITS OF APPLE THAT YOU MUST KNOW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!