MENGETAHUI RISIKO LIKUIDITAS DALAM ILMU EKONOMI

Mengetahui Risiko Likuiditas dalam Ilmu Ekonomi
Mengetahui Risiko Likuiditas

Dalam ilmu ekonomi ada yang namanya risiko likuiditas, apa maksud dari istilah tersebut? Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Pengertian Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas merupakan bentuk risiko yang dialami oleh suatu perusahaan karena ketidakmampuannyadalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, sehingga itu memberi pengaruh kepada terganggungnyaaktivitas perusahaan ke posisi tidak berjalan secara normal. Oleh karena itu, risiko ini juga sering disebut dengan short term liquiity risk. Contohnya perusahaan tidak tepat waktu dalam meggaji karyawannya, pembayaran listrik yang terlambat, dan terjadi tunggakan pembayaran air ledeng ke PDAM. Masih banyak lagi contohnya, seperti Pembayaran gaji teknis kontrak yang tidak sesuai dengan kesepakatan isi kontrak yang seharusnya setiap akhir bulan. Sehingga kondisi ini memberikan arah bahwa perusahaan sudah mengalami permasalahan keuangan, yaitu berupa tertundanya berbagai kewajiban jangka pendek.

Untuk menganalisa secara lebih dalam tentang risiko ini, maka bisa dilakukan dengan menganalisa kondisi kemampuan suatu perusahaan yang bisa dilihat dari segi:

  1. Analisis arus khas.
  2. Analisis kewajiban jangka pendek.
  3. Melakukan analisis terhadap arus dana jangka pendek.

2. Sebab-Sebab Terjadinya Risiko Likuiditas

Pada saat perusahaan mengalami risiko ini, ada beberapa sebab yang melatarbelakanginya.

  1. Utang perusahaan berada pada posisi extreme leverage. Maksudnya adalah utang perusahaan sudah berada dalam kategori yang membahayakan perusahaan itu sendiri.
  2. Jumlah utang dan berbagai tagihan yang datang disaat jatuh tempo sudah begitu besar. Baik itu utang di perbankan, leasing, mitra bisnis, utang dagang, dan berbagai bentuk tagihan lainnya.
  3. Perusahaan telah melakukan kebijakan strategi yang salah, sehingga memberi pengaruh pada kerugian yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang.
  4. Kepemilikan aset perusahaan tidak lagi mencukupi untuk menstabilkan perusahaan. Sudah terlalu banyak aset yang dijual, sehingga jika aset yang tersisa tersebut masih ingin dijual, maka hal itu juga tidak mencukupi untuk menstabilkan perusahaan.
  5. Penjualan yang diperoleh adalah terjadi penurunan yang sistematis serta fluktuatif. Jika penjualan dan keuntungan diperoleh bersifat fluktuatif, Maka perusahaan harus melakukan perubahan konsep sebelum terlambat.
  6. Perusahaan yang sering melakukan gali lubang dan tutup lubang pada kewajiban jangka pendek. Seperti halnya dana untuk memenuhi kewajiban atau menyelesaikan persoalan likuiditas dipakain dari dana untuk membayar utang, sehingga pembayaran utang menjadi tertunda. Begitu pula sebaliknya pada dana yang harusnya dialokasikan untuk membayar utang yang sudah jatuh tempo, namun dipakai untuk menggaji karyawan, listrik, dan sejenisnya yang termasuk likuiditas jangka pendek.
Kunjungi juga: Masalah-Masalah Pembelajaran yang Dihadapi Oleh Guru (Bagian 2)

3. Solusi untuk Mengatasi Risiko Likuiditas

Ada beberapa solusi yang bisa diberikan agar suatu perusahaan terhindar dari timbulnya risiko likuiditas.

  1. Melakukan kebijakan keuangan dengan prinsip kehati-hatian.
  2. Menempatkan setiap keputusan perusahaan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, yaitu berdasarkan analisa jangka pendak dan jangka panjang.
  3. Menghindari keputusan yang bersifat mengejar keuntungan yang bersifat jangka pendek, namun bisa memberikan kerugian yang bersifat jangka panjang. Jadi, memperoleh profit secara stabil dan bertumbuh terus menerus adalah lebih aman daripada secara maksimal profit, namun bersifat fluktuatif.
  4. Memperhatikan dan mengamati dengan baik setiap kebijakan moneter yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti kebijakan penetapan suku bunga. Seperti suku bunga kredit, obligasi, deposito, SBI, dan sebagainya. Serta memperhatikan kondisi target pencapaian pertumbuhan ekonomi dan realita inflasi yang terjadi saat ini.
  5. Pihak manajemen perusahaan sebaiknya juga memahami kondisis mikro dan makro ekonomi secara baik, seperti kondisi politik, keamanan dalam dan luar negri, sosial politik dalam dan luar negri, dan berbagai permasalahan lainnya. Sehingga dengan pemahaman yang mendalam dan kompleks seperti itu, perusahaan tidak akan melakukan tindakan yang bersifat kurang perhitungan, seperti melakukan ekspansi penambahan modal dan pembukaan kantor cabang dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif.
  6. Melakukan perbaikan dalam biaya dan pengendalian produksi, seperti melakukan analisis varisans dalam operasi atau departemen.
  7. Melakukan perjanjian dengan bank dalam penyediaan kredit, dengan menghindari utang berlebihan, mempertahankan pembayaran utang, dan memperpanjang jatuh tempo pembayaran utang.
  8. Menghindari operasi luar negri di negara-negara berisiko tinggi.
  9. Menurunkan harga pada jenis barang yang susah dijual dan meningkatkan harga pada barang yang tingkat permintaannya tinggi.
Kunjungi juga: 12 CHARACTERISTICS OF SHARIA TRANSACTIONS
Referensi: Fahmi, Irham. 2017. Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.

Satu tanggapan untuk “MENGETAHUI RISIKO LIKUIDITAS DALAM ILMU EKONOMI

  • Januari 13, 2019 pada 07:50
    Permalink

    saya suka banget ilmu tentang likuiditas. Tolong tambahin lagi min penjelasannya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!